Flyover Semarang

24 Nov

Berita yang dikutip dari inilah.com:

INILAH.COM, Semarang – Pembangunan fly over Kalibanteng sudah dimulai Senin (21/11) dengan dilakukannya pemasangan tiang pancang secara simbolis oleh Walikota Soemarmo HS beserta jajarannya.

Proyek dengan dana bantuan dari pemerintah pusat ini dilaksanakan di bawah kendali Satuan Kerja Non-Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan jalan Nasional Metropolitan Semarang dan membutuhkan waktu sekitar dua tahun. Sedangkan penyedia proyek ini yakni PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Walikota Soemarmo HS mengatakan pelaksanaan proyek ini merupakan salah satu jawaban untuk mengurai adanya kemacetan di pintu masuk menuju Kota Semarang dari arah barat. Pembangunan ini ungkapnya sangat penting untuk memperlancar arus lalulintas dan juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Semarang maupun Jawa Tengah.

“Kemacetan yang terjadi saat ini sudah sangat parah, sebab dari Jalan Siliwangi sudah sampai di Jrakah, dengan fly over ini diharapkan bisa diurai. Selain itu juga akan ada pelebaran jalan dari Makam belanda hingga pertigaan Hanoman pada 2012,” ujarnya.

Project Manager PT Adhi Karya Harjono mengatakan hingga akhir 2011 ini diharapkan ada sebanyak 54 bore pile yang terpasang dari total 122. Lainnya akan dilaksanakan pada 2012 yang juga akan dimulai pengerjaan layang atas dan akan menutup sebagian jalan dari arah timur.

“Tinggi jalan layang tersebut nantinya 8 meter, dan berbentuk Y dari arah Jalan Siliwangi menuju dua arah yakni arteri Utara atau Jalan Yos Sudarso dan Jalan Jendral Sudirman,” katanya. Konsep Y fly over ini dimulai dari Jalan Siliwangi sepanjang 700 meter, sementara dari Jalan Yos Sudarso panjangnya 1275 meter. Sedangkan yang menuju arah Sudirman panjangnya 1240 meter.

Kepala SNVT Metropolitan Semarang Kukuh Raharjo mengatakan tahun ini pengerjaan akan difokuskan pada pemasangan bore pile. Pekerjaan pondasi bore pile tersebut dengan diameter 1,5 meter dan kedalaman 34 meter. “Sebagian besartentu akan dikerjakan pada 2012, termasuk pelebaran jalan Siliwangi,” katanya.

Sedangkan untuk arus lalulinta, katanya, memang akan ada gangguan, meski begitu belum akan dilakukan penutupan jalan. Arus lalu linta masih bisa dilakukan dua jalur atau setidaknya satu setengah jalur dan tidak akan mengganggu pelaksanaan proyek.

Terkait dengan pengaturan lalulintas, Kapolrestabes Kombes Pol Elan Subilan mengatakan untuk angkutan berat seperti truk, trailer dan truk gandeng yang sering melintas di wilayah kalibanteng akan dialihkan melalui jalan tol. Baik untuk kendaraan yang akan menuju pelabuhan ataupun sejumlah wilayah di Kota Semarang.

“Selama pengerjaan proyek akan dialihkan, kalau malam hari sepi dan memungkinkan untuk masuk akan kita informasikan lagi. Yang pati dimohon pengertiannya untuk semua pihak karena proyek ini untuk kepentingan bersama,” jelasnya.

Ia mengatakan kepadatan kendaraan di wilayah Kalibanteng sudah melebihi kapasitas. Menurutnya kapasitas maksimal kendaraan yang lewat yakni 10 ribu/jam, sedangkan saat ini sudah mencapai sekitar 14 ribu/jam. Sebab itu fly over memang sudah sangat dibutuhkan.

Proyek ini murni didanai dari APBN melalui Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga dengan dana Rp 95 miliar dan waktu pelaksanaan hingga 08 Oktober 2013. Walikota Soemarmo HS menambahkan sedangkan untuk mengurai kemacetan di pintu masuk Kota Semarang dari arah selatan seperti Jatingaleh dan Gombel yang juga direncanakan akan dibangun underpass.

“Untuk penyambungan fly over ini, di jembatan banjirkanal barat nantinya juga akan dilebarkan untuk mengurai kemacetan di depan Pasar Karangayu dan Jalan Soegijapranata,” tambahnya.

Berita yang dikutip dari Suaramerdeka.com:

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pengeboran tanah untuk menanamkan pondasi cor beton (bore pile) jalan layang (flyover) dimulai hari ini (21/11). Sedikitnya pemasangan bore pile di 54 titik ditargetkan rampung akhir tahun ini.

Project Manager PT Adhi Karya (Persero) Tbk Divisi Konstruksi IV, Harjono mengatakan, secara keseluruhan ada 120 titik yang akan dipasang bore pile sebagai penyangga jalan layang.

“Dari 120 bore pile, 54 di antaranya kami targetkan rampung akhir tahun ini. Tahun 2012, sudah mulai pengecoran jalan layang,” ujarnya, Senin (21/11), usai pencanangan pengeboran pilar pertama flyover Kalibanteng.

Pencanangan pengeboran pilar pertama pembangunan flyover ini secara simbolis dengan pembunyian sirine dilakukan bersama sama oleh Wali Kota Soemarmo HS, Kapolrestabes Kombes Elan Subilan, Kajari  Ranumiharja, Kepala SNVT Metropolitan Semarang Kukuh Raharjo, serta Wakil Ketua DPRD Kota Sriyono.

Konsep jalan layang yang didanai sekitar Rp 95,7 miliar ini menyerupai huruf Y dengan salah satu simpulnya menuju Jalan Arteri Yos Sudarso dan simpul lainnya mengarah Jalan Jenderal Sudirman.

Adapun titik nol flyover berada di sekitar kawasan makam Belanda. Menurutnya, simpul jalan yang mengarah Jalan Yos Sudarso sepanjang 1.274 meter dan 1.240 meter mengarah Jalan Jenderal Sudirman.

Ketinggian badan jalan sekitar 7-8 meter dan sudah melalui kajian, sehingga tak mengganggu aktivitas penerbangan di bandara. Bore pile dengan diameter 1,5 meter dipasang dengan kedalaman 34 meter.

Terkait ketahanan, konstruksi flyover Kalibanteng dirancang sesuai pertanggungjawaban kontraktor, yakni sampai 10 tahun mendatang. Hal itu berbeda dengan jembatan Suramadu, yang memiliki life time sampai 100 tahun.

Kepala SNVT Pembangunan Jalan Nasional (PJN) Metropolitan Semarang Kukuh Rahardjo mengatakan, proyek flyover yang dimulai 20 Oktober 2011 ini bisa rampung pada Oktober 2013. Setelah bore pile terpasang, kata dia, dilanjutkan dengan pelebaran jalan.

Selama proyek fisik berlangsung diusahakan tidak ada penutupan maupun pengalihan jalur untuk kendaraan pribadi. “Areal yang dikerjakan untuk bore pile ini kita tutupi padar (seng). Kita upayakan arus lalu lintas tetap dua jalur,” katanya.

Disinggung pemindahan utility PDAM berupa pipa di bundaran Kalibanteng, menurut dia, itu tidak serta merta tuntas. Dia menampik, SNVT menalangi dulu anggaran penggeseran pipa sebesar Rp 2,37 miliar mengingat belum disahkannya aturan pencairan dana tersebut.

Sementara itu, Humas PDAM Tirta Moedal Semarang Saebani menjelaskan, penggeseran pipa dilakukan secara bertahap. Pengerjaan proyek Tahap I sudah terealisasi 18 November lalu, dengan menelan biaya Rp 263 juta.

Dia mengatakan, selama penggeseran pipa interkoneksi tidak sampai mengganggu aliran air ke sejumlah pelanggan di wilayah Semarang Barat.

Wali Kota Soemarmo HS menjelaskan, proyek flyover ini solusi untuk mengurai kemacetan di Jalan Siliwangi. Pasalnya, kemacetan kini sudah merambah sampai Jrakah. Secara simultan, mulai tahun depan sepanjang jalan di sekitar makam Belanda hingga Jalan Hanoman diperlebar.

Proyek pelebaran jalan tersebut sudah disetujui dan bakal didanai dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: